Buka Workshop PKH, Bupati Maros Harap Rantai Kemiskinan Bisa Diputus

Marosnews.com – Dalam upaya meningkatkan kapasitas Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Workshop peningkatan kapasitas Program Keluarga Harapan (PKH) angkatan 1.

Kegiatan ini digelar di lapangan Lappara Limapoccoe, Kecamatan Cenrana, Jumat (20/08/2021).

Workshop peningkatan kapasitas PKH menjadi salah satu program pendekatan pemerintah kepada masyarakat.

Read More

Baca juga : Chaidir Syam Launching Bantuan PPKM

Plt kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Hasan Basri Ambarala mengungkap, ini sebagai ajang silaturahmi, juga menjadi ajang kerjasama.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, ini jadi ajang untuk meningkatkan sinergitas dinas provinsi dan dinas daerah,” ungkap Muhammad Hasan.

Kegiatan yang dimayoritasi oleh perempuan ini diawali dengan menyanyikan Mars PKH. Wanita menurut Muhammad Hasan adalah energi yang sangat kuat. Maka dari itu KPM harus didukung dengan wanita yang memiliki kualitas dan kapasitas.

Baca juga : Chaidir Syam Minta Pengurus Karang Taruna Bersinergi Tangani Masalah Sosial di Maros

Bupati Maros, H.A.S Chaidir Syan hadir membuka kegiatan sosial ini. Menurutnya, KPM sebaiknya bisa menjadi contoh di masyarakat, dengan kapasitas yang baik juga sikap yang taat aturan.

“Kegiatan ini selain meningkatkan kapasitas KPM PKH ini juga secara tidak langsung akan menjadi jalan untuk dapat mengurangi angka kemiskinan,” ungkap Chaidir.

Lelaki yang pernah penjadi ketua DPRD ini sangat berharap kedepannya rantai kemiskinan dapat diputus.

“Sangat perlu kita-kita ini sering mengikuti workshop dan hadir dalam kegiatan pembangunan desa, sehingga kedepannya dapat meningkatkan angka keluarga sejahtera,” harap Chaidir.

Sejalan dengan apa yang disampaikan Chaidir, ketua panitia Herman mengungkap, tujuan kegiatan ini adalah untuk menyampaikan, mendiskusikan, dan berbagi pendapat dengan anggota KPM.

Peserta yang dihadirkan pada workshop hari ini sebanyak 250 orang. Keseluruhan peserta adalah pendamping, operator PKH, dan KPM yang ada di kabupaten Maros. (Ed)