“Semuanya harus hati-hati, harus bekerja keras semuanya mendeteksi informasi-informasi dan data-data yang ada di lapangan sehingga jangan sampai kita keliru membuat kebijakan. Sekecil apapun kebijakan itu harus berbasis pada data dan fakta-fakta di lapangan,” tegasnya.

Sementara Bupai Maros Chaidir mengatakan dalam menekan laju inflasi di Kabupaten Maros pihaknya sudah melakukan berbagai langkah. Salah satunya menjaga kestabilan harga barang, menjaga ketersediaan barang, termasuk peningkatan produksi dan kelancaran distribusi barang.

“Juga dengan melalukan kerja sama dengan daerah lain untuk menangani ketersediaan stok pangan,” katanya, Rabu (18/01/2023).

Tak hanya itu, mantan Ketua DPRD Maros itu juga menjelaskan pihaknya juga beberapa kali melakukan operasi pasar dan pasar murah saat harga barang sedang melonjak.

Chaidir pun memastikan saat ini stok barang di Maros masih tersedia dengan harga yang stabil. “Meski begitu kami tetap mangaktifkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan satgas pangan,” urainya.

Lanjut Chaidir, kemampuan Maros mengatasi berbagai persoalan yang juga tak lepas dari peran dan dukungan Forkopimda. “Berbagai persoalan bisa tertangani dengan baik berkat adanya dukungan DPRD, Kejaksaan Negeri, Kodim dan Polres,” bebernya.

Chaidir pun berharap melalui kegiatan dan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo pada rakornas ini, pemerintah, forkopimda dan masyarakat bisa bersatu padu dalam memajukan daerah, khususnya di Kabupaten Maros.