Tompobulu, MAROSnews.com – Bupati Maros Chaidir Syam dan rombongan dicegat air bah saat dalam perjalanan meresmikan Sekolah Kolong di Dusun Bara, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Kejadian ini pun sempat viral di media sosial (medsos).

Karena kondisi yang tidak memungkinkan, Bupati bersama rombongan pun harus kembali ke titik awal tempat kendaraan roda empat mereka berhenti dengan berjalan kaki sejauh tiga kilometer menembus hujan deras.

“Kami sangat ingin sekali meresmikan sekolah itu dan bertemu dengan masyarakat di sana. Tapi sayang, air bah datang dan memutuskan akses jalan,” katanya, Minggu (4/1/2026).

Mantan Ketua DPRD Maros itu juga mengugkapkan kronologi perjalanannya kembali ke titik awal dengan melewati jalan terjal, licin dan berbatu. “Kondisi medan ini memaksa kami harus berjalan kaki karena tidak ada pilihan lain. Medannya ektsrem, sangat berbahaya kalau terjatuh. Tapi alhamdulillah semua rombongan selamat,” ucapnya.

Chaidir Syam juga mengungkapkan, di seberang jalan yang terputus air bah, dirinya sempat bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Maros, Andi Wandi Patabai yang sudah terlebih dahulu berada di Dusun Bara.

“Saya hanya berpesan ke guru sekolah kolong untuk peresmiannya nanti biarlah pak Kadis dan Kabid SD yang sudah ada di sana,” sebutnya.

Chaidir menjelaskan, bangunan sekolah kolong yang merupakan kelas jauh dari SD Inpres 238 Bonto Parang itu menelan anggaran Rp 300 juta yang terdiri dari dua ruang kelas.

“Proyek pembangunan sekolah Kolong tidak main-main karena bahan materialnya harus diangkut manual melewati jalur ini. Masyarakat setempat yang bergotong royong membawanya ke lokasi,” urainya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Maros, Haeriah Rahman yang ikut dalam rombongan menyebut, apa yang dilakukan oleh Bupati itu merupakan bukti nyata komitmen kuat pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif.