Turikale, Marosnews.com – Hatta Rahman (PPP) dan Wawan Mattaliu (PKB) adalah dua Calon Legislatif (Caleg) DPR RI asal Kabupaten Maros yang berpotensi lolos ke Senayan di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Sulsel pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 menurut hasil pengkajian Yayasan pengkajian Strategis Salewangan (Yapass).

Dua nama itu lebih kuat dibandingkan nama-nama Caleg DPR RI Maros lainnya seperti Sahiruddin (Nasdem), Nurhasan (PAN) dab Tajerimin (Gerindra).

“Berdasarkan survei internal kita maupun survei lembaga eksternal, memotret kurang lebih sepuluh orang Maros mencalonkan. Ternyata yang muncul di survei itu ada lima (Hatta Rahman, Wawan Mattaliu, Sahiruddin, Nurhasan dan Tajerimin). Kemudian dari lima ini dua yang sangat kuat (Hatta Rahman dan Wawan Mattaliu),” kata Ketua Yapass, Dr Muhammad Nurjaya, dalam kegiatan konferensi pers di warkop Bagas, Kecamatan Turikale, Selasa (9/1/2024).

Meski sudah ada potensi kuat yang muncul di survei, namun menurut Nurjaya hal itu belum cukup. Masih dibutuhkan analisis yang lebih mendalam dan pertimbangan unsur lainnya seperti kondisi internal partai, tingkat penerimaan masyarakat hingga Parliamentary Threshold (PT) yang menjadi ancaman partai.
“Tentu kita tidak boleh mendiskreditkan partai-partai tertentu, tetapi fakta-fakta yang kita lihat ini tentu harus menjadi sebuah pertimbangan,” terangnya.

Melalui data dan analisis yang ada, Nurjaya kemudian optimis putra daerah Maros bisa lolos ke Senayan pada pileg kali ini.

“Saya kira sangat potensial sekali, misalnya kita mulai dari eks Bupati Maros Hatta rahman yang secara internal memang suaranya sangat kompetitif. Tapi potret kita di Maros melihat tingkat penerimaan atau elektabilitas Hatta Rahman sangat signifikan, tetapi ini kan kita butuh sebaran,”tuturnya.

Menurut Nurjaya, untuk melangkah mulus ke Senayan, tidak cukup kalau hanya mendapatkan suara di Maros saja, tapi delapan kabupaten yang lain itu juga harus ada. Sebab kata dia, tidak sedikit calon yang kuat di daerahnya tapi ketika di akumulasi suaranya ternyata tidak cukup.

Sementara untuk eks anggota DPRD Sulsel Wawan Mattaliu kata Nurjaya, meski minim secara materi, tetapi dengan pola pendekatan dan komunikasi yang dibangun menjadi kekuatan keterpilihannya di masyarakat.

“Belum lagi variabel hubungan emosional dan gagasan yang disampaikan ke masyarakat,” sebutnya.

Meski di internal PKB sendiri ada banyak pesaing Wawan Mattaliu seperti incumbent, mantan Wakil Bupati Bulukumba dan Pangkep, namun data menunjukkan antara Andi Muawiyah (incumbent) dan Wawan Mattaliu ini secara makro di 9 kabupaten/kota selisihnya sangat tipis.

“Selisihnya kalau tidak salah sisa 0,2 dan itu kalau diperkirakan mungkin sekitar 7 sampai 10 ribu saja,” jelasnya.

Nurjaya juga mengungkapkan data temuan Yapass menggandeng lembaga mitra MSI yang cara kerjanya tidak lain seperti lembaga survei pada umumnya.

“Kami meyakini hasil yang diekspos adalah hal yang sangat valid, kemudian ada data pembanding agar tidak terkesan kita sangat tendensius, kita juga melihat dari data LSI, Litbang Kompas dan SMRC,” bebernya.

Mendudukkan orang Maros sebagai perwakilan di Senayan kata Nurjaya, menjadi hal yang semestinya dilakukan oleh warga Maros yang ingin melihat daerahnya maju dan berkembang.

“Kita tidak bisa menafikan bahwa unsur keterwakilan daerah itu menjadi kekuatan dalam rangka membangun dan memperjuangkan aspirasi kepentingan daerah. Kita tentu sangat menyadari dari berbagai event politik yang terjadi sebelumnya, Maros belum pernah mendudukkan calonnya sampai ke tingkat pusat,” ucapnya.

“Nah kita tentu berharap lewat event politik 2024 masyarakat Maros semakin menyadari bahwa mendudukkan orang Maros di tingkat pusat tentu menjadi instrumen yang akan memperkuat proses pembangunan dan distribusi sumber daya, bukan hanya menyangkut sumber daya anggaran tapi saya rasa banyak kebijakan kebijakan yang berpihak pada daerah,” pungkasnya. (***)