Mahasiswa Sastra Asia Barat Lukis Wajah Rektor Unhas Menggunakan Benang

Didampingi seniornya, Kasman menyerahkan karya lukisannya ke Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, ist

Marosnews.com – Kasman Tubillahi, Mahasiswa Departemen Sastra Asia Barat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Angkatan 2020 menginisiasi metode lukisan menggunakan benang. Metode ini dilakukan dengan merangkai benang di atas susunan paku pada kanvas.

Salah satu karya awalnya adalah lukisan wajah Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu. Wajah Prof Dwia dilukis di atas kanvas berukuran 1 x 1 meter.

Kasman mempersembahkan karya tersebut kepada Prof Dwia di Ruang Kerja Rektor, Lantai 8 Gedung Rektorat Unhas pada Senin (13/12/2021) lalu. Kasman didampingi oleh dua orang seniornya, yang turut membantunya dalam menyelesaikan lukisan.

Read More

Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengaku takjub dan sangat mengapresiasi hasil karya Kasman. Menurutnya, karya ini terbilang unik.

“Ini karya sangat indah, kamu harus bisa mengembangkan bakat unik ini. Saya yakin untuk menghasilkan karya yang demikian realistis membutuhkan teknik khusus dan kesabaran tinggi. Olehnya itu setiap kerja tim tentu memiliki perannya masing-masing, sehingga satu sama lain akan saling membutuhkan,” kata Prof. Dwia.

Kasman menjelaskan untuk menyelesaikan lukisan wajah Prof Dwia tersebut dirinya membutuhkan waktu lebih dari lima hari. Ia dibantu oleh beberapa senior. Wadah yang digunakan adalah 250 paku yang ditancapkan di atas papan tripleks dengan ketebalan sekitar 15 mm, berukuran 100 cm × 100 cm. Ia kemudian menambahkan ribuan meter bentangan benang yang membentuk wajah.

“Saya mempelajari metode ini secara otodidak melalui internet. Sebenarnya metode ini adalah pengembangan dari metode lukis mozaik, dimana kita melukis tidak menggunakan alat tulis atau kuas. Melainkan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar kita. Nama teknik ini sendiri adalah stringart atau lukis benang yang menggunakan rumus tersendiri dari setiap tarikan helai benangnya,” jelas Kasman.

Lebih lanjut, Kasman menuturkan bahwa dirinya telah sejak lama mengagumi sosok Prof Dwia, sejak dirinya diterima sebagai mahasiswa di Unhas. Saat mengetahui masa jabatan Prof Dwia sebagai Rektor akan berakhir, Kasman ingin memberikan satu kenangan yang berkesan dengan memberikan satu karya menarik.

“Saya mendapat banyak dukungan dari senior untuk menyelesaikan karya ini ditambah alat yang saya perlukan sudah disiapkan. Alhamdulillah karya tersebut pun bisa selesai, dan saya bisa memberikan langsung kepada Ibu Rektor,” kata Kasman.

Kasman sangat bersyukur dan terharu karena karya yang dibuat dapat diapresiasi langsung oleh Prof. Dwia. Ia menuturkan bahwa ini adalah kesempatan yang berharga saat diundang langsung untuk menemui Rektor Unhas.

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk bertemu dengan Ibu Rektor. Saya begitu grogi dan gugup saat diundang langsung untuk menemui beliau karena saya tidak menyangka bahwa beliau ternyata suka dengan karya tersebut. Saya menjadi bersemangat untuk membuat karya lainnya dan rencananya saya ingin membuat karya yang lebih kreatif lagi dari sebelumnya dan akan mengikuti kesempatan perlombaan,” tutup Kasman.