Bantimurung, Marosnews.com – Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini tak hanya ke Makassar dalam lawatannya ke Sulsel hari ini, Kamis 12 Oktober 2023. Dia juga dijadwalkan datang ke Kabupaten Maros.
Kadis Sosial, Suwardi Sawedi mengatakan, Menteri Risma bakal melakukan kunjungan di leang-leang untuk mendampingi para penyandang disabilitas yang jadi peserta forum tingkat tinggi ASEAN tentang Pembangunan Inklusif Disabilitas dan Kemitraan Pasca Tahun 2025 (AHLF) di Makassar.
Suwardi juga menuturkan, kunjungan ke leang-leang yang merupakan bagian dari AHLF itu akan diikuti peserta dari sembilan negara anggota ASEAN, satu negara observer yakni Timor Leste, serta 3 negara ASEAN Partners yaitu Amerika Serikat, Britania Raya, dan Australia.
Kehadiran delegasi dari negara-negara ASEAN juga dimanfaatkan untuk mempromosikan keunikan dan keindahan pariwisata Sulawesi Selatan.
Peserta AHLF ini akan diajak untuk menyaksikan berbagai destinasi di sekitar Makassar. Misalnya saja benteng Fort Rotterdam peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang dibangun 500 tahun lalu dan masih berdiri kokoh, serta Taman Arkeologi Leang-leang di Kabupaten Maros yang berumur sekitar 10.000 tahun.
Risma mendampingi penyandang disabilitas mengunjugi Benteng Rotterdam di Makassar dan Taman Prasejarah di Leang-leang, Maros.
Sebelumnya Menteri Risma melakukan kunjungan ke leang-leang pada Senin 10 Oktober 2023 kemarin memantau kesiapan penyambutan delegasi dari Negara ASEAN.
Suwardi menyebut peserta yang akan hadir di Leang-leang sebanyak 400 orang yang berasal dari 13 negara.
Sejumlah fasilitas penunjang sudah disiapkan untuk mempermudah akses disabilitas. “Kan kalau disabilitas butuh jalur khusus. Pengerjaan semuanya dilakukan Kementerian Sosial,” kata Suwardi.
Saat pembukaan AHLF di Makassar, Selasa, 10 Oktober 2023, Menteri Risma memaparkan sejumlah praktik, termasuk yang dilakukan Kementerian Sosial untuk melatih penyandang disabilitas menjadi wirausahawan mandiri.
“Penting untuk dicatat bahwa tujuan kewirausahaan tidak hanya sekedar pengentasan kemiskinan, melainkan menciptakan lapangan kerja dan memberikan perlindungan sosial yang lebih baik bagi penyandang disabilitas,” kata mantan Wali Kota Surabaya itu.
Kemensos memfasilitasi program kewirausahaan penyandang disabilitas tersebut dengan memberikan bantuan keuangan yang antara lain dimanfaatkan untuk mendirikan toko kelontong, penjualan pulsa telepon seluler, jasa menjahit, dan lain-lain sesuai minat serta keserta keterampilan masing-masing individu
Ada juga kewirausahaan disabilitas. Peserta pameran menampilkan produk kewirausahaan disabilitas dari berbagai sektor, seperti produk seni dan kerajinan, fashion dan aksesoris, makanan, dan sebagainya. (***)