“Saya selalu mengingatkan kepada mahasiswa bahwa pada akhir KKN nanti program kerja pasti dapat dipertanggungjawabkan. Jika terlaksana, akan dijelaskan prosesnya. Namun jika tidak terlaksana, akan dijelaskan penyebabnya,” kata Ishaq.

Sehingga hal terpenting dari KKN, kata Ishaq, bukan saja melaksanakan program kerja. Akan tetapi, bagaimana proses bersoalisasi dan bermasyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKN di lokasi tempatnya berkegiatan.

“Jika mahasiswa diterima baik oleh masyarakat, terlibat dalam aktivitas kemasyarakatan, tidak ada konflik, maka itu pertanda mahasiswa telah berhasil melaksanakan KKN,” kata Ishaq.

Pada Seminar Evaluasi Program Kerja ini, mahasiswa KKN Unhas di Posko 5 Desa Ampekale memaparkan berbagai program kerja yang telah selesai dilaksanakan dan yang sedang dalam proses penyelesaian.

Koordinator Posko 5 Desa Ampekale KKN Unhas Gelombang 108, Muhammad Rauf, menjelaskan bahwa program kerja yang direncanakan oleh Posko 5 terdiri atas program individual dan program kelompok.

“Untuk program individual sudah terlaksana semua, yaitu Ruang Belajar dan Masjid Berseri. Sementara program kerja bersama saat ini masih terus dilaksanakan, yaitu Penyusunan Identifikasi Masalah dan Analisis Potensi atau IMAP, Pembuatan Denah Desa, Semarak Kemerdekaan, dan Program Inovasi Sampata,” papar Rauf, yang juga merupakan mahasiswa Arsitek Fakultas Teknik Unhas.