Marosnews.com – Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin melalui Centre of Excellence mengembangkan produk hand sanitizer.

Pengembangan produk tersebut merupakan upaya untuk turut serta membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, khususnya di Kota Makassar.

Centre of Excellence (CoE) merupakan salah satu pusat pengembangan produk-produk di internal Unhas yang dipersiapkan menjadi salah satu income generating di Universitas Hasanuddin.

Adapun produk hand sanitizer yang dikembangkan tersedia dalam bentuk sediaan gel dan spray dalam berbagai volume, mulai ukuran 65 ml, 500 ml, hingga 5 L untuk kebutuhan isi ulang.

Tak hanya hand sanitizer, tapi produk-produk higienis lainnya juga sudah mulai diproduksi, seperti sabun cair dan desinfektan.

Saat ini Fakultas Farmasi Unhas baru mampu memproduksi 500 hingga 1.000 produk dalam sebulan, sementara permintaan pasar masih sangat tinggi.

Olehnya itu, saat ini CoE Farmasi masih menargetkan penjualan ke rumah sakit-rumah sakit yang ada di sekitar Unhas, seperti RSP Unhas dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Institusi-institusi inilah yang paling membutuhkan produk yang dihasilkan oleh Fakultas Farmasi.

Beberapa instansi pemerintahan lain juga telah memesan produk yang dihasilkan. Di antaranya Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Kepolisian Sektor Tamalanrea, Kantor Camat Tamalanrea dan lain sebagainya.

Pada beberapa waktu yang lalu, produk tersebut telah dipamerkan di acara peresmian Science Techno Park Unhas yang dihadiri oleh Rektor Unhas dan Kepala BRIN-RI, Bambang Bodjonegoro yang juga sempat menjajal produk ini.

Untuk menjamin keamanan dan kualitas produk ini, CoE berupaya untuk memformulasi produk-produknya sesuai standar yang berlaku.

Ketua Tim Produksi hand sanitizer Fakultas Farmasi Unhas, Apt. Sandra Aulia Mardikasari, optimis jika produk tersebut bisa dikembangkan untuk memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi.

“Hand sanitizer yang kami produksi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan produk sanitasi yang saat ini sangat dibutuhkan oleh tenaga kesehatan di rumah sakit,” kata Sandra.

Sandra juga mengatakan bahwa Fakultas Farmasi berencana mengembangkan produk tersebut untuk dipasarkan, tidak hanya pada kalangan terbatas, tetapi juga lebih luas pada masyarakat umum. (Rls UH)