“Kami juga berharap semua balita agar rutin dibawa ke posyandu minimal satu kali dalam sebulan untuk mengukur tumbuh kembang dan mengharapkan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan menggunakan jamban sehat dan air bersih,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam mengaku cukup prihatin dengan peningkatan jumlah angka stunting ini. “Peningkatan ini, menjadi tantangan buat kami untuk bekerja maksimal dalam penanganan dan pencegahan stunting,” bebernya.

Pihaknya pun berencana untuk meningkatkan anggaran pencegahan stunting di Kabupaten Maros pada tahun 2022. “Tahun 2021 anggaran untuk pencegahan stunting sekitar Rp 45 miliar. Kami berencana akan meningkatkan anggaran pencegahan menjadi Rp63 miliar,” sebutnya.