Bantimurung, MAROSnews.com – PT Semen Bosowa Maros menyalurkan bantuan susu formula sebagai upaya mencegah stunting pada anak-anak di Desa Baruga, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Senin (25/11/2024).

Penyaluran bantuan dilakukan secara sombolis di pabrik Bosowa Semen dan dihadiri oleh Camat Bantimurung Muhammad Aris, serta perwakilan manajemen Bosowa Semen, yaitu Safety Security Enviro and Comdev Dept Head Nur Alang dan Community Development Specialist Budiman Habe.

Puluhan ibu rumah tangga dari desa mitra Bosowa, yakni Baruga dan Tukamasea, turut hadir dalam penyaluran bantuan ini.

Budiman Habe mengatakan bahwa bantuan susu formula ini adalah bagian dari upaya Bosowa Semen untuk berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak di sekitar pabrik.

“Kami berharap bantuan ini dapat dirasakan secara merata dan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, juga dilakukan penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh dr. Rita Idris, S.Ked., dan dr. Muhammad Nur Islam.

Dalam penyuluhannya, dr. Rita mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mencegah stunting dengan memberikan makanan bergizi kepada anak-anak.

“Pola makan sehat yang kaya protein, zat besi, dan vitamin sangat diperlukan untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal,” ujarnya.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu hamil, sebagai langkah antisipatif untuk mencegah risiko stunting sejak dalam kandungan.

Pemeriksaan ini mendapat apresiasi dari warga yang merasa terbantu oleh perhatian Bosowa terhadap kesehatan mereka.

Sejumlah peserta mengaku senang atas perhatian dan program yang diberikan oleh Bosowa.

“Kegiatan ini sangat membantu, terutama untuk kami para ibu yang ingin memastikan anak-anak kami mendapatkan gizi yang cukup,” ungkap seorang warga Desa Baruga.

Untuk diketahui, bantuan susu formula yang disalurkan merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bosowa, khususnya di bidang kesehatan, yang telah berlangsung secara berkelanjutan hingga tahap ketujuh. (*)