Mandai, Marosnews.com – Warga yang terdampak kebakaran toko Grosir Al-Fathir di Batangase diminta untuk memakai masker untuk mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA.

Lurah Bontoa Mandai M Ilham Halim Syah mengatakan, berdasarkan pemantauan di lokasi kebakaran, puing bangunan masih mengeluarkan asap dan saat cuaca panas dapat berubah menjadi kabut asap.

Bahkan sejumlah bagian bangunan yang telah tertutupi lelehan plastik, saat terkena tiupan angin dapat memunculkan titik api dan sewaktu-waktu dapat kembali menyala.

“Kami meminta warga sekitar gedung yang terbakar dan petugas damkar serta relawan agar memakai masker,” ujarnya, Ahad (24/2/2023).

Selanjutnya, warga yang memiliki keluhan ISPA diminta memeriksakan diri ke Puskemas Mandai. Hal ini menyikapi adanya keluhan ISPA dari warga yang rumahnya berdekatan langsung dengan bangunan gudang ini.

“Sesuai arahan pak Bupati, petugas kesehatan di Puskesmas  diinstruksikan melakukan pelayanan pemeriksaan kepada warga terutama pada keluhan ISPA akibat menghirup asap kebakaran yang mengandung plastik,” urainya.

Ia menambahkan, pihaknya juga sudah membagikan masker ke warga dan petugas.

Sementara terkait  bantuan logistik, ia menyebut sampai saat ini bantuan bahan makanan masih berdatangan.

“Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyalurkan bantuan logistik dan membantu kami dalam penanganan warga terdampak kebakaran ini. Semoga perhatian dan bantuan dari berbagai pihak ini menjadi pahala,” ungkapnya.

Pihak pemerintah kecamatan dan kelurahan masih mendirikan posko penanganan dan dapur umum untuk menyiapkan kebutuhan makanan bagi warga terdampak yang belum bisa masak di rumahnya dan untuk petugas Damkar yang masih berada di lokasi.

Diketahui, kebakaran terjadi di toko grosir Al Fathir pada Minggu 19 Februari 2023 lalu.

Armada Damkar gabungan dari Maros, Makassar, Angkasa Pura, Lanud Hasanuddin, Semen Bosowa dan Semen Tonasa diturunkan menangani kebakaran gedung yang berada di jalan poros Maros – Makassar dan tak jauh dari Pasar Batangase ini.

Tim Damkar gabungan bekerja lebih dari 24 jam menjinakkan kobaran api dari bangunan yang berisi sebagian besar barang berbahan plastik. Puluhan rumah terdampak dan sejumlah warga terpaksa diungsikan ke masjid.

Namun hingga sepekan kebakaran, masih ada titik api di sejumlah bagian reruntuhan gedung. (***)