Sementara untuk eks anggota DPRD Sulsel Wawan Mattaliu kata Nurjaya, meski minim secara materi, tetapi dengan pola pendekatan dan komunikasi yang dibangun menjadi kekuatan keterpilihannya di masyarakat.
“Belum lagi variabel hubungan emosional dan gagasan yang disampaikan ke masyarakat,” sebutnya.
Meski di internal PKB sendiri ada banyak pesaing Wawan Mattaliu seperti incumbent, mantan Wakil Bupati Bulukumba dan Pangkep, namun data menunjukkan antara Andi Muawiyah (incumbent) dan Wawan Mattaliu ini secara makro di 9 kabupaten/kota selisihnya sangat tipis.
“Selisihnya kalau tidak salah sisa 0,2 dan itu kalau diperkirakan mungkin sekitar 7 sampai 10 ribu saja,” jelasnya.
Nurjaya juga mengungkapkan data temuan Yapass menggandeng lembaga mitra MSI yang cara kerjanya tidak lain seperti lembaga survei pada umumnya.
“Kami meyakini hasil yang diekspos adalah hal yang sangat valid, kemudian ada data pembanding agar tidak terkesan kita sangat tendensius, kita juga melihat dari data LSI, Litbang Kompas dan SMRC,” bebernya.
Mendudukkan orang Maros sebagai perwakilan di Senayan kata Nurjaya, menjadi hal yang semestinya dilakukan oleh warga Maros yang ingin melihat daerahnya maju dan berkembang.