Makassar, MAROSnews.com – Pergerakan penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin diperkirakan akan melonjak seiring dengan adanya pemotongan harga (diskon) tiket pesawat 18 hingga 20 persen dan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberlakukan pemerintah pusat.
Dua faktor tersebut dinilai oleh General Manager (GM) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, akan menyebabkan kenaikan jumlah pemudik hingga 5,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada periode lebaran tahun 2025 lalu, jumlah penumpang tercatat mencapai 527.610 orang. Tahun 2026 ini jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi sekitar 557.229 orang penumpang,” ujarnya.
Untuk puncak arus mudik, Minggus mengungkapkan diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang sekitar 37.344 orang dalam satu hari.
“Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+6 Lebaran atau 28 Maret 2026 dengan jumlah penumpang diproyeksikan mencapai sekitar 39.225 penumpang,” sebutnya.
Sementara untuk pergerakan pesawat, Minggus memproyeksikan mencapai 3.954 pergerakan selama periode posko lebaran Idul Fitri 1447/2025 M berlangsung.
Lebih lanjut, menjelaskan pihaknya telah membuka posko mudik sebagai bagian dari persiapan menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode lebaran.
“Hari ini, Jumat 13 Maret 2026, kami resmi membuka posko. Untuk operasional posko, kami menyiapkan 1.300 personel gabungan, mulai dari TNI, Polri, Angkasa Pura, BMKG, SAR, Jasara Raharja, dan unsur pemerintah,” pungkasnya. (*)
Edr/Rep : Bhr
