Bontoa, MAROSnews.com – Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 gagas program pembuatan lubang biopori di titik rawan genangan air dan di lokasi yang dekat dengan sampah organik rumah tangga di wilayah Kelurahan Bontoa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.

Lubang biopori ini merupakan solusi yang ditawarkan mahasiswa KKN Unhas karena sangat efektif dalam meningkatkan daya resap air tanah sekaligus mengatasi permasalahan sampah organik di lingkungan masyarakat.

“Biopori memiliki dua fungsi utama, yaitu membantu air hujan meresap ke dalam tanah sehingga mengurangi genangan, serta menjadi media pengolahan sampah organik rumah tangga,” kata Aliza, mahasiswa KKN Unhas.

Lebih lanjut, Aliza menjelaskan bahwa lubang biopori dibuat secara vertikal ke dalam tanah dan diisi dengan sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering. Sampah tersebut kemudian akan terurai secara alami oleh organisme tanah dan menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.

“Dengan adanya biopori, masyarakat tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi sampah, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan lingkungan dan mencegah banjir skala kecil,” jelasnya.

Menurut Aliza, biopori merupakan solusi praktis yang dapat diterapkan oleh masyarakat dengan biaya rendah dan perawatan yang mudah.

“Semoga dengan program ini masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan dan menerapkan biopori secara berkelanjutan sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan,” harapnya.

Dalam pelaksanaan program kerjanya, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 ini mengangkat tema “Peran Biopori dalam Meningkatkan Resapan Air dan Pengelolaan Sampah Organik”. (*)

Edr/Rep : Bhr/Rls