Masih Ingat Sulaiman si Pencetus Aliran Imam Tilaco? Saat Ini Dia di Bone

A Sulaiman, pencetus aliran Iman Tilaco

Mandai, Marosnews.com – Masih ingat A Sulaiman si pencetus aliran Imam Tilaco?

Ternyata pria 39 tahun itu sudah tidak lagi menjalani rehabilitasi di Rumah Singgah Dinas Sosial Maros di Kecamatan Mandai.

Saat ini Sulaiman berada di Kabupaten Bone. Hal ini diungkapkan Staf Rehabilitasi Tuna Susila Dinas Sosial Maros, Mas’udah saat ditemui Marosnews.com, Selasa (12/10/2021).

Read More

“Kabar terakhir yang saya tahu dia di Bone. Terkait aktivitasnya di sana saya tidak tahu pasti,” kata Mas’udah.

Mas’udah menjelaskan Sulaeman menjalani rehabilitasi di Rumah Singgah selama satu bulan. Setelah itu, dia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Dadi Makassar.

“Dia di sini (Rumah Singgah) hanya menjalani rehabilitasi satu bulan, setelahnya kita rujuk ke Rumah Sakit Dadi di Makassar,” sebutnya.

Selama menjalani rehabilitasi kata Mas’udah, Sulaeman berperilaku baik layaknya orang normal.

“Selama direhabilitasi di Rumah Singgah dia sangat baik,” ungkapnya.

Meski begitu, Mas’udah mengungkapkan Sulaeman sempat geram saat petugas Dinas Sosial Maros mengunjunginya di Rumah Sakit Dadi Makassar.

Sulaiman mengenali petugas Dinas Sosial Maros yang datang mengunjunginya.

“Dia (Sulaeman) nakenali petugas Dinas Sosial Maros, terus dia bilang wei Dinas Sosial Maros kasi keluarka dari sini (Rumah Sakit Dadi), kalau tidak saya tuntutko itu.”

Sulaiman Sempat Buat Heboh

Sebelumnya Sulaeman membuat heboh karena mendirikan aliran kepercayaan bernama Imam Tilaco.

Dia menyebarkan surat yang menyatakan ia menjadi Imam Tilaco pada Selasa (18/5/2021).

Di dalam selebaran tersebut, ia menyebut akan mengirim surat kepada Presiden RI Joko Widodo.

Dirinya juga memohon agar kolom agama di KTP miliknya diubah menjadi aliran kepercayaan terhadap kesempurnaan Tuhan yang Maha Esa.

Ia juga mengimani kepercayaan lain yang menurutnya tidak bertentangan dengan falsafah Pancasila.

Setelah ditelusuri, belakangan diketahui Sulaiman ternyata memiliki latar belakang gangguan jiwa.