Saat Isu Warung Kopi Jagokan Klan Petahana di Pilkada Maros, Yang Lain Jadi Underdog

Kantor Bupati Maros

MN, Opini – Pilkada Maros 2020 tidak lagi diikuti petahana Hatta Rahman yang sudah dua periode menjabat Bupati Maros. Namun klan petahana tidak lepas begitu saja. Ada nama mantan Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam (saat ini menjabat Wakil Ketua 1 DPRD Maros), serta Wakil Bupati Maros Andi Harmil Mattotorang.

Bertarung di Pilkada Maros, baik Chaidir Syam maupun Andi Harmil sama-sama menggandeng figur kuat dan bukan nama baru di kancah perpolitikan di Bumi Butta Salewangang (julukan Kabupaten Maros).

Chaidir Syam menggandeng Suhartina Bohari sebagai Wakilnya. Suhartia Bohari sendiri merupakan mantan anggota DPRD Maros selama dua periode. Dia juga merupakan adik ipar Bupati Maros HM Hatta Rahman.

Read More

Adapun Andi Harmil menggandeng Andi Ilham Nadjamuddin sebagai wakilnya. Seperti ketahui, Andi Ilham Nadjamuddin merupakan anak mantan Bupati Maros sebelum periode Hatta Rahman menjabat Bupati Maros.

Baca Juga : Pilkada Maros Akan Digelar Dengan Protokol Covid-19 Yang Ketat

Lalu bagaimana dengan Calon Bupati Lainnya?

Mengutip pembicaraan di warung kopi, dibandingkan nama Calon Bupati pendatang baru Tajerimin, yang menggandeng politisi PKB Havid S Pasha sebagai wakilnya, masih kalah populer dengan Chaidir Syam dan Andi Harmil. Namun diantara semuanya, Chadir Syam lah yang paling populer di warung kopi.

Sementara itu, sejumlah nama Calon Bupati lainnya seperti Wawan Mattaliu, Amirullah Nur Saenong, Sahiruddin, merupakan nama Calon Bupati yang jarang menjadi pembicaraan warung kopi. Adapun pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati independen, Muhammad Nur dan Muhammad Ilyas sama sekali tidak diperhitungkan.

Baca Juga : KPU Maros Lelang Logistik Pemilu dan Pilgub

Jika menakar kekuatan klan petahana berdasarkan isu warung kopi, maka Chaidir Syam dan Andi Harmil lah yang dijagokan di Pilkada Maros. Adapun yang lainnya hanya sebatas underdog yang menjadi peramai kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Maros.

Meski demikian, status underdog bukan berarti tidak memiliki peluang menang. Seperti halnya di kompetisi sepakbola, terkadang tim underdog seringkali memberi kejutan terhadap tim raksasa, dan keluar sebagai pemenang.

Pilkada Maros masih dinamis, sejumlah pasangan calon yang telah mendapat rekomendasi partai bisa saja berubah di detik-detik terakhir. Soal pemenang, Masyarakat Maros lah yang menjadi penentu saat pemilihan nanti. Mari gunakan hak suara dengan bijak di Pilkada Maros pada Bulan Desember mendatang. (Redaksi Marosnews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.