Tompobulu, MAROSnews.com – Pembangunan jembatan Pattiro di Desa Bontomanai, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, menelan korban jiwa. Seorang pekerja asal Kabupaten Gowa, SS (30), tewas setelah terjatuh dari ketinggian 20 meter. Insiden nahas ini terjadi pada Jumat pagi, 24 Mei, sekira pukul 09.00 wita.
“Kami masih melakukukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kejadian ini. Dugaan sementara tali tambang yang dipegang korban tiba-tiba putus saat dia tengah melakukan pekerjaannya,” kata Kapolsek Tompobulu, AKP Makmur.
Jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Adapun pihak perusahaan konstruksi yang mempekerjakan SS belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.
Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja yang ketat di lokasi konstruksi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Jembatan Sudah Empat Kali Lelang
Berdasarkan penelusuran jurnalis MAROSnews.com beberapa waktu lalu, pengerjaan jembatan di Dusun Pattiro ini sudah empat kali lelang jika merujuk data LPSE Kabupaten Maros. Namun sayangnya, progres penyelesaiannya tak kunjung rampung hingga saat ini.
Tahap pertama nilai kontraknya Rp 1.461.034.610 APBD 2019. Tahap kedua Rp 2.947.069.703 APBD 2020. Tahap ketiga Rp 2.456.496.853 APBD 2021, dan tahap keempat Rp 2.456.718.000 APBD 2023. Semuanya dikerjakan oleh kontraktor berbeda.
Warga Mengeluh Jembatan Tak Kunjung Rampung
Belum rampungnya pembangunan jembatan membuat warga setempat hanya mengandalkan jembatan gantung seadanya. Bahkan ketika air naik, warga tidak bisa melintas. Kondisi ini pun dikeluhkan warga.
“Saat berkunjung ke rumah keluarga, saya harus melewati jembatan gantung yang bergoyang dan reok. Kayunya sudah banyak yang lapuk,” keluh Fais, salah seorang warga saar ditemui di lokasi, Selasa (14/05/2024) lalu.
“Jembatannya sudah dikerja sejak lima tahun lalu, tapi sampai saat ini belum rampung juga,” tambahnya.
Adapun dari pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Maros menargetkan pembangunan jembatan selesai tahun ini. “InsyaAllah tahun ini kami targetkan selesai pembangunannya, karena sudah diangarkan di APBD 2024,” kata Kepala Dinas PU Maros, Andi Muetazim Mansyur, dalam keterangannya ke media beberapa waktu lalu. (***)