Untuk menyikapi kasus tersebut, Wabup Suhartina pun berharap agar masyarakat setempat menanggapi dengan bijak kasus ini, mengingat para pelaku dan korban merupakan generasi muda yang masih memiliki masa depan yang panjang.

Agar kejadian serupa tak terulang lagi, Wabup juga mengimbau kepada seluruh sekolah untuk lebih ketat memperhatikan anak didiknya.

Adapun informasi kejadian perundungan terjadi pada hari Rabu 01 Maret 2023 di dalam Kelas.

Korban dirundung ramai-ramai oleh teman kelasnya. Terlihat lewat video yang beredar,  para pelaku jumlahnya berkisar 7 orang. Mereka menertawakan dan meneriaki korban, satu diantaranya lalu menyiram air dan menarik jilbab korban sehingga rambutnya terlihat.

Sementara Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Khusus Anak DP3ADALDUK-KB, Hasmawati menerangkan, tindakan yang telah dilakukan pemerintah saat ini melakukan penjangkauan identifikasi masalah korban, selanjutnya akan ada pendampingan psikologis bagi korban dan pelaku.

Saat identifikasi, terlihat korban telah mengalami stres akibat video perundungan yang tersebar di medsos.