Bulusaraung, MAROSnews.com – Tujuh korban pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi tim SAR gabungan melalui SRU udara pada hari ketujuh operasi, Jumat 23 Januari 2025.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan proses evakuasi lewat udara berjalan optimal karena kondisi cuaca yang mendukung.
“Alhamdulillah, cuaca pada hari ini memungkinkan untuk dilaksanakannya evakuasi melalui jalur udara. Hal ini juga didukung oleh kemampuan pesawat yang digunakan serta keahlian dan profesionalisme seluruh crew pesawat yang terlibat dalam operasi,” ujar Mohammad Syafii.
Ia menjelaskan bahwa pada hari ini SRU udara berhasil melaksanakan evakuasi sebanyak tujuh paket dari lokasi operasi, dengan koordinasi yang ketat antarunsur serta pengawasan langsung dari pimpinan guna memastikan seluruh tahapan berjalan aman dan terkendali.
Dalam operasi udara tersebut, Panglima Komando Operasi (Pangkoops) AU II dan Kepala Basarnas berada on board di helikopter Caracal TNI AU untuk memantau langsung jalannya evakuasi.
Mohammad Syafii merinci bahwa helikopter Caracal TNI AU melaksanakan tiga sorti penerbangan, dengan rincian sorti pertama menjemput dua jenazah, sorti kedua juga dua jenazah, dan sorti ketiga menjemput satu jenazah dari lokasi evakuasi.
Selain itu, helikopter Basarnas Dauphin HR 3601 melaksanakan dua sorti penerbangan, di mana sorti pertama berhasil menjemput satu jenazah, dan sorti kedua kembali menjemput satu jenazah, sehingga total evakuasi udara pada hari ini mencapai tujuh jenazah.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan Operasi SAR, malam ini, Basarnas akan menggelar konferensi pers terkait penutupan Operasi SAR pesawat ATR 42-500 PK THT yang direncanakan berlangsung di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, guna menyampaikan hasil akhir pelaksanaan operasi kepada publik dan media. (*)
Edr/Rep : Bhr
