Penggunaan gelas kemasan dan piring rotan kata Ady melanjutkan, sangat membantu menghemat penggunaan air. “Ini benar-benar menghemat penggunaan air, sehingga persediaan air bisa dialihkan ke WC untuk kebutuhan pelanggan saat akan buang air,” cetusnya.

Adapun mengenai distribusi air PDAM ke warkop miliknya, Ady menjelaskan sudah dua minggu air tidak mengalir.

“Sudah dua mingguan air tidak mengalir, setetes pun tidak ada,” akunya.

Sementara untuk persediaan air yang ada, Ady menuturkan mendapatkan distribusi air dari swadaya masyarakat.

“Untuk air yang tersedia saat ini, didapatkan dari swadaya masyarakat dengan membayar uang bensin antara Rp 100 – Rp 150 ribu. Jadi air bersih ini diperoleh dari kecamatan lain yang persediaan airnya masih ada. Air diantar menggunakan mobil pikap,” pungkasnya. (***)