Alumni Ilmu Pemerintahan Unhas itu mengatakan tujuan uji kompetensi ini untuk menciptkan tenaga kesehatan yang profesional.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus mengatakan, ada 17 jabatan fungsional nakes yang diujikan.
“Yang paling banyak itu Perawat, Bidan, Dokter, Dokter Gigi dan Apoteker,” sebutnya.
Yunus berharap agar pihaknya bisa terus memfasilitasi uji kompetensi bagi tenaga kesehatan setiap tahun.
“Ini merupakan keempat kalinya Maros menjadi penyelenggara, sebab ada berbagai peniliaan yang menjadi indikator untuk menjadi tuan rumah, seperti tempat dan pengujinya siap,” jelasnya.
Pria yang bergelar dokter itu mengungkap, para peserta membayar secara mandiri. Dimana untuk per orangnya membayar sebesar Rp 500 ribu. (***)
