Sementara itu Kemenag Maros mengapresiasi Bawaslu karena memilih madrasah sebagai bagian dari pendidikan politik pemilih pemula.
“Tahun 2023, Kemenag mengusung tahun toleransi. Karena kecenderungan pada pemilu lalu. Tahun seperti ini, jelang pemilu, mulai banyak politisasi agama dan berita hoaks bermunculan di medsos. Kami harapkan isu toleransi beragama dapat mencegah penggunaan isu SARA dalam politik pemilu 2024. Karena itu kami mengapresiasi Bawaslu Maros melibatkan madrasah untuk pendidikan politik,” kata Kasi Pendidikan Madrasah Kementrian Agama Kabupaten Maros, Abdul Kadir. (***)
Rls
Halaman
