Turikale, MAROSnews.com – Bupati Maros Chaidir Syam membagikan masker secara langsung kepada siswa sekolah di wilayah Kecamatan Turikale, Kota Maros, Kamis, 15 Oktober 2026.
Pembagian masker dilakukan di tiga sekolah, yakni UPTD SDN 30, UPTD SDN 3, dan SMPN 1 Maros. Pembagian masker di sekolah ini merupakan langkah preventif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros untuk melindungi siswa dari paparan udara PM2.5 yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan kondisi udara Maros akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masuk kategori sangat tidak sehat, sehingga pihaknya menginstruksikan kewajiban menggunakan masker di seluruh instansi pemerintahan, termasuk sekolah.
“Kondisi udara kita dalam beberapa hari terakhir ini sangat buruk, masuk kategori sangat tidak sehat menurut data BMKG. Bahkan kondisi udara kita merupakan yang terburuk di Sulawesi Selatan (Sulsel),” kata Chaidir Syam.
Membagikan masker di sekolah, Chaidir Syam juga mengedukasi langsung para siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan dengan memakai masker agar terhindar dari paparan udara PM2.5.
“Anak-anakku sekalian kondisi udara kita saat ini sangat buruk karena kebakaran hutan dimana-damana. Ini sangat tidak baik untuk kesehatan, jadi gunakan masker saat berangkat sekolah, kalau perlu ingatkan orang tua untuk membeli masker,” ujarnya di hadapan siswa.
Selain itu, Chaidir Syam juga mengimbau kepada para siswa untuk mengurangi aktivitas di luar ruang kelas. “Anak-anakku sekalian kalau perlu di dalam kelas saja aktivitasnya, jangan terlalu banyak di luar ruangan agar terhindar dari paparan udara tidak sehat,” imbaunya.
Sebagai informasi, kondisi Maros dalam seminggu terakhir ini diselimuti kabut akibat karhutla. Keadaan ini menyebabkan kualitas udara menjadi tercemar sehingga sangat tidak baik untuk kesehatan.
Kualitas udara di Maros akibat karhutla bahkan menjadi yang terburuk di Sulsel, karena masuk ketegori sangat tidak sehat menurut data IQAir dan BMKG.
Puncak tertinggi udara terburuk di Maros terjadi pada Rabu, 15 Oktober kemarin, dengan nilai AQI 207, tertinggi di Sulsel. Namun demikian, Bupati Maros dalam penjelasannya saat membagikan masker di sekolah mengungkapkan perlahan kondisi tersebut mulai menurun.
“Kemarin kualitas udara kita masuk kategori sangat tidak baik dengan nilai AQI di atas 200. Alhamdulillah, hari ini, Kamis, 15 Oktober, kondisinya sedikit menurut dengan nilai AQI di bawah 200. Tapi ini masih masuk kategori sangat tidak baik, dan semoga terus menurun,” pungkasnya. (*)
Edr/Rep : Bhr
