Turikale, Marosnews.com – Di tengah cuaca ekstrem dan banjir yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Maros, anggota DPRD Maros bersama Bupati kompak berangkat ke Bali mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek).

Keberangkatan anggota DPRD Maros bersama Bupati itu pun menuai sorotan dari Celebes Law and Transparancy, Arialdy Kamal.

Arialdy menilai perjalanan dengan dalih apapun saat bencana terjadi sangatlah tidak etis dilakukan. Terlebih banyak warga yang membutuhkan perhatian dari para wakil rakyat dan juga pemimpinnya.

“Berangkat bersama-sama di tengah bencana, jelas tidak etis. Dalih apapun itu sebenanya tidak bisa dibenarkan. Masyarakat kita ini sedang butuh empati,” kata Arialdi, Kamis (16/02/2023).

Lebih lanjut, mantan ketua HPPMI Maros itu menyebut, agenda ke Bali tidaklah terlalu penting, sebab masih bisa ditunda kapan saja.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPRD Maros, Eldrin Saleh mengatakan, keberangkatan anggota dewan ke Bali itu dalam rangka Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Maros tentang sinergitas forkopimda dalam menghadapi Pemilu dan Pilkada serentak 2024.

“Bimteknya tentang Pemilu 2024, dengan pemateri forkopimda Maros, jadi ini adalah Bimtek pertama tahun 2023 dan dilaksanakan selama 4 hari,” sebut Eldrin.

Lebih lanjut, Eldrin menjelaskan dari 35 anggota DPRD Maros, hanya 31 orang yang ikut dikarenakan beberapa anggota dewan berhalangan ikut.

“Anggota dewan dari PPP tidak ikut karena sedang bimtek partai di Jakarta, anggota lain juga ada yang berhalangan hadir karena sedang umroh,” bebernya.

Anggaran yang digunakan dalam Bimtek ini bersumber dari APBD Maros tahun 2023. Per dewan dianggarkan sebesar Rp5 juta per orang.

Sedangkan Bupati Maros AS Chaidir Syam saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya diundang ke Bali untuk membuka Bimtek DPRD Maros ini.

“Saya hanya diundang untuk membuka kegiatan Bimtek DPRD ini, sedangkan beberapa forkopimda menjadi narasumber,” ujarnya. (***)