“Seperti ruam, awalnya frambusia menyerang kulit, seiring berjalannya waktu, bakteri ini juga bisa menyerang tulang dan sendi. Kami juga berharap masyarakat dapat menjaga pola hidup yang sehat dan steril,” urainya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus mengatakan penghargaan itu diraih setelah melalui beberapa tahapan seleksi assesmen oleh Pihak Kemenkes RI pada tahun 2022 lalu.
“Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan oleh kemenkes RI tahun lalu maka Kabupaten Maros dinyatakan bebas Penyakit Frambusia,” sebut Yunus.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bersama untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat secara konsisten,” pungkasnya. (***)
Halaman