Puncak tertinggi udara terburuk di Maros terjadi pada Rabu, 15 Oktober kemarin, dengan nilai AQI 207, tertinggi di Sulsel. Namun demikian, Bupati Maros dalam penjelasannya saat membagikan masker di sekolah mengungkapkan perlahan kondisi tersebut mulai menurun.
“Kemarin kualitas udara kita masuk kategori sangat tidak baik dengan nilai AQI di atas 200. Alhamdulillah, hari ini, Kamis, 15 Oktober, kondisinya sedikit menurut dengan nilai AQI di bawah 200. Tapi ini masih masuk kategori sangat tidak baik, dan semoga terus menurun,” pungkasnya. (*)
Edr/Rep : Bhr
Halaman
