Turikale, MAROSnews.com – Sebanyak 20 anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Maros resmi diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (14/7/2026).
Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama Kepala Dinas Sosial Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, di Rumah Jabatan (Rijab) Bupati Maros.
Momen pemberangkatan berlangsung penuh haru. Sejumlah orang tua tampak mengantar dan memberikan dukungan kepada anak-anak mereka sebelum berangkat menuju Makassar. Setelah prosesi pelepasan, para siswa diberangkatkan menggunakan kendaraan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros dan didampingi jajaran Dinas Sosial.
Dalam sambutannya, Chaidir Syam meminta para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia berharap para peserta didik dapat belajar dengan tekun, menjaga kedisiplinan, serta membawa nama baik Kabupaten Maros selama menempuh pendidikan.
Menurutnya, program Sekolah Rakyat membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu tanpa harus terbebani biaya pendidikan.
“Pemerintah telah menyediakan fasilitas pendidikan. Sekarang tugas anak-anak adalah belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan membuktikan bahwa mereka mampu meraih cita-cita,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, menjelaskan 20 siswa yang diberangkatkan terdiri atas 12 siswa tingkat SMP dan delapan siswa tingkat SMA.
Dengan tambahan tersebut, jumlah pelajar asal Maros yang saat ini menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat menjadi 81 orang. “Sebelumnya sudah ada 61 siswa, sekarang bertambah 20 orang,” ujarnya.
Selain mengirimkan siswa, Pemkab Maros juga mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Maros kepada Kementerian Sosial. Dua lokasi yang diusulkan berada di Kecamatan Moncongloe dan Kecamatan Tompobulu.
