Turikale, MAROSnews.com – Polemik yang terjadi di Kabupaten Gowa belakangan ini, mulai dari aksi unjuk rasa hingga pemakzulan terhadap Bupati Gowa Husniah Talenrang berdampak terhadap pelaksanaan studi lapangan (stulap) daerah lain yang ingin menjadikan daerah berjuluk Butta Patturioloang ini sebagai lokus studi.
Salah satu daerah yang batal menjadikan Kabupaten Gowa sebagai lokasi stulap adalah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar). Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis, Manajerial dan Fungsional BKPSDM Pemprov Sulbar, Abd Kadir, Senin, 31 Agustus 2026, saat ditemui di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Kecamatan Turikale.
Dalam keterangannya, Abd Kadir menjelaskan bahwa pelaksanaan stulap tahun 2026 seharusnya dilakukan di Kabupaten Gowa, tapi karena kondisi Gowa saat ini tidak memungkinkan, Pemprov Sulbar mengalihkan pelaksanaan studi ke Kabupaten Maros.
“Sesuai arahan pembina Diklat dalam hal ini LAN Regional Makassar, kami sudah diarahkan sasaran lokusnya adalah Maros dan Gowa. Tahun lalu sudah di Maros, tahun ini sebenarnya lokusnya di Gowa. Tapi mengingat kondisi Gowa yang tidak kondusif, maka kami diarahkan ke Maros,” ujarnya.
“Ini yang kedua kalinya kami berkunjung ke Maros,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan stulap di Kabupaten Maros, sebanyak 40 Pejabat Eselon III Pemprov Sulbar akan melakukan melakukan observasi dan menganalisis best practies (prakit terbaik) yang dilakukan oleh BKPSDM Maros dan Bapenda Maros.
“Jadi kita akan melihat apa sih praktik terbaik yang dilakukan oleh BKPSDM Maros dan Bapenda Maros. Semua (best pratctices) yang dilakukan nantinya akan coba kita padukan dengan yang ada di Sulbar. Karena di sisi lain mungkin Maros memiliki berbagai keunggulan akselerasi dan di sisi lain Sulbar juga punya keunggulan, nah inilah yang coba kita korelasikan,” jelasnya.
Abd Kadir berhadap semua pegawai Pemprov Sulbar yang ikut dalam studi lapangan ini bisa menghasilkan kinerja yang bagus dalam mengelola organisasi dan bawahannya.
“Jadi yang ikut dalam studi lapangan ini ada 40 orang, semuanya pejabat eselon 3. Ada Sekertaris Badan, Sekertaris Dinas, Kepala Bidang dan dari UPTD (Kepala UPTD),” sebutnya.
Berkunjung ke Maros, para peserta studi lapangan dari Provinsi Sulbar diterima secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, Fadli, di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Senin pagi, 31 Agustus 2026. Turut hadir dalam penerimaan ini, Kepala Bapenda Maros, Muh Ferdiansyah, dan pejabat yang mewakili Kepala BKPSDM Maros. (*)
Edr/Rep : Bhr
