Turikale, MAROSnews.com – Sudah sebulan lebih kejelasan pemulangan jenazah warga Maros, Valenth A Tambuto (24), yang meninggal di Kota Yereven, Armenia, belum menemui titik terang.
Terkait hal itu, Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan sudah berkoordinasi dengan Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). “Dinas Tenaga Kerja sudah berkoordinasi dengan BP2Mi di Jakarta, ini memang yang kita harapkan, ada komitmen lebih lanjut lagi karena kita berharap ada informasi dari konjen yang ada di Armenia,” ujarnya, Senin, 17 Agustus 2026.
Sejauh ini kata Chaidir Syam melanjutkan, belum ada kejelasan terkait apakah memang jenazah Valenth bisa dipulangkan ke Indonesia. “Kalau sudah ada kejelasan Pemkab Maros akan memberikan dukungan pemulangan,” sebutnya.
Mantan Ketua DPRD Maros itu juga mengungkapkan bahwa kendala pemulangan jenazah sejauh ini yakni belum adanya kepastian dari pihak Armenia, terutama konsulat di negara tersebut.
“Apakah memang bisa dipulangkan atau tidak ini yang jadi persoalan, bukan karena persoalan biaya. Untuk sementara kita mau mendapatkan kejelasan dulu, apakah bisa atau tidak,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Valenth merupakan warga Kampung Boko, Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Korban berangkat ke Armenia sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) dan bekerja sebagai konsultan IT di negara tersebut.
Terkait dengan kematian Valenth, Kemneterian Luar Negeri (Kemlu) sebagaimana dilansir dari detikcom, otoritas Armenia mengamankan enam Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai terduga pelaku. (*)
Edr/Rep : Bhr
