Mandai, MAROSnews.com – Andi Patarai Amir kembali kembali memimpin Golkar Maros setelah terpilih aklamasi pada pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Maros yang berlangsung di Grand Waterboom, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Senin, 2 November 2026.
Patarai Amir adalah anggota DPRD Sulsel, ia terpilih aklamasi setelah menjadi calon tunggal pada musda tersebut.
Sebelumnya, Patarai Amir adalah anggota DPRD Maros tiga periode (2009-2014, 2014-2019 dan 2019-2024). Ia juga merupakan Ketua Golkar Maros periode 2015-2021.
Saat memimpin Golkar Maros (2015-2021), Aso sapaan akrab Andi Patarai Amir pernah mengantar Golkar meraih 7 kursi pada pemilihan legislatif (pileg) 2019, dan merupakan perolehan kursi terbanyak saat itu. Kesuksesan ini kemudian mengantarkannya menduduki kursi Ketua DPRD Maros periode 2019-2024.
Saat pelaksanaan Musda X Golkar Maros tahun 2021 untuk periode 2021-2026, Patarai Amir sempat mendaftarkan diri untuk maju kembali sebagai calon ketua. Namun dalam perjalannya, ia memutuskan mundur dan memberi ruang kepada Suhartina Bohari.
Mundurnya Patarai Amir, Suhartina Bohari yang saat itu masih menjadi Wakil Bupati Maros, terpilih aklamasi memimpin Golkar Maros untuk periode 2021-2026. Di bawah kepimpinan Suhartina, Golkar Maros meraih 6 kursi pada Pileg 2024. Dengan perolehan ini, Golkar Maros harus puas menempati kursi Wakil Ketua DPRD, karena kalah dari PAN yang meraih 12 kursi.
Tak lagi menjadi Ketua Golkar Maros, Patarai Amir tetap menjadi bagian dari Golkar. Pada Pileg 2024, melalui Golkar dan dukungan Suhartina Bohari sebagai Ketua Golkar Maros, ia mencoba peruntungan untuk maju sebagai anggota DPRD Sulsel. Hasilnya Patarai Amir sukses, dan terpilih menjadi anggota DPRD Sulsel periode 2024-2029.
Kepengurusan Golkar Maros Akan Didominasi Gen Z dan Milenial
Terpilih menjadi Ketua Golkar Maros periode 2026-2031, Patarai Amir mengatakan komposisi pengurus baru akan banyak diisi oleh gen Z dan milenial.
“Sesuai arahan Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin/IAS, Golkar Maros akan mengakomodir semua pihak, utamanya gen Z dan milenial yang ingin berpolitik. Semuanya akan kami tampung di partai Golkar,” kata Patarai Amir usai Musda XI Golkar Maros, Senin, 2 November 2026.
Patarai menargetkan komposisi kepengurusan baru terdiri atas 70% gen Z dan milenial serta 30% pengurus lama atau senior. Dengan komposisi itu, dia berharap wajah-wajah baru dapat mengisi struktur Partai Golkar Maros.
“Wajah-wajah baru nanti akan mengisi kepengurusan partai Golkar Maros dan saya akan maksimalkan kepengurusan ini betul-betul untuk gen Z, milenial, dan pengurus lama atau senior,” ujarnya.
Lanjut Patarai Amir menjelaskan, bahwa konsolidasi kepengurusan akan dilanjutkan hingga tingkat kecamatan dan desa setelah struktur DPD II rampung.
“Kami menargetkan seluruh proses tersebut selesai pada April hingga Mei 2027,” sebutnya.
Sementara Ketua Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengapresiasi pelaksanaan Musda Golkar Maros. Dia berharap kelancaran musyawarah dapat menjadi contoh bagi DPD Golkar kabupaten/kota lainnya di Sulsel.
“Alhamdulillah proses ini berjalan dan insyaallah musyawarahnya pun berjalan dengan mulus karena kandidatnya cuma satu. Penetapan ini bisa melahirkan kepemimpinan yang solid secara aklamasi,” ungkap IAS.
IAS mengingatkan agar penyusunan kepengurusan turut mempertimbangkan potensi generasi muda menjelang Pemilu 2029. Namun, dia menekankan pentingnya tetap melibatkan para senior dan tokoh sepuh karena memiliki magnet politik yang kuat.
“Pemilu 2029 mendatang adalah ruang yang sangat besar bagi generasi muda. Maka saya berharap dalam menyusun komposisi kepengurusan nanti harus betul-betul mempertimbangkan potensi generasi muda tanpa mengabaikan para senior dan orang-orang tua, karena magnet ketokohan mereka sangat kuat,” jelasnya.
Terkait target politik, IAS menyebut Golkar Sulsel akan berupaya menambah perolehan kursi legislatif secara maksimal di setiap tingkatan. Dia mengatakan partai mengikuti arahan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia agar tidak memasang target yang muluk-muluk.
“Ketua Umum selalu mengatakan target kita tidak usah muluk-muluk. Yang jelas kita mau mencapai target dengan menambah kursi secara maksimal. Kalau kita menargetkan kursi maksimal, dan misalnya ada kenaikan hingga 50 persen, alhamdulillah itu tentu akan berdampak jauh lebih besar,” ucap mantan Wali Kota Makassar ini. (*)
Edr/Rep : Bhr
