Ia juga mengajak calon jemaah untuk tetap mempersiapkan diri, menjaga kesehatan, memperdalam manasik, dan bersabar menunggu jadwal keberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros, Ahmad Ihyadin, mengatakan dari 628 jemaah yang diberangkatkan pada musim haji 2026, sebanyak 626 orang telah kembali ke Maros.
“Dua jemaah meninggal dunia di Makkah setelah pelaksanaan wukuf,” katanya.
Ia merinci, jemaah yang kembali terdiri atas 408 laki-laki dan 218 perempuan.
Untuk musim haji 2027, Maros juga mendapat kuota 10 jemaah lanjut usia. Jemaah lansia tertua berusia 91 tahun, sedangkan yang termuda berusia 84 tahun.
Ihyadin menambahkan, kualitas pembinaan calon jemaah akan ditingkatkan melalui pelaksanaan manasik sebanyak 40 kali pertemuan. Rinciannya, 20 kali dilakukan secara daring melalui Zoom dan 20 kali secara tatap muka di Masjid Agung Maros maupun Aula PLHUT.
Pola tersebut diterapkan secara bergantian setiap pekan agar calon jemaah tetap mendapatkan pembinaan maksimal tanpa merasa kelelahan mengikuti kegiatan setiap minggu. (*)
Edr/Rep : Bhr/Rls
