Mandai, MAROSnews.com – Dalam dua hari berturut-turut, dua pesawat milik TNI, yakni Sukhoi Su-30 MK2 dan Casa tergelincir di Landasan Pacu Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.
Insiden pertama terjadi pada 24 Agustus 2026, dimana jet tempur TNI AU buatan Rusia itu tergelincir ujung di landasan pacu sisi barat atau runway 13 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Posisi pesawat nyaris mengenai pagar runway, beruntung tak keluar sampai jalan Poros Makassar-Maros.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) dalam keterangannya ke media, menjelaskan bahwa inisiden terjadi saat pesawat tengah menjalani uji coba penerbangan (test flight) usai menyelesaikan pemeliharaan tingkat berat (overhaul).
“Dalam rangkaian uji coba, pesawat tempur diduga mengalami gangguan pengereman. Pengereman tidak berfungsi maksimal sehingga keluar 30 meter dari ujung landasan,” jelasnya.
Usai kejadian jet tempur Sukhoi, keesokan harinya, Selasa, 25 Agustus 2026, pesawat CASA U-6215 jenis NC 212-200 juga tergelincir. Insiden ini terjadi sekitar pukul 11.25 WITA di Landasan Pacu Utara-Selatan atau Runway 21.
Pesawat milik TNI Angkatan Laut (AL) itu tergelincir saat mendarat. Kadispen Puspenerbal, Letkol Laut (KH) Eko Hadi Setiawan, dalam keterangannya menjelaskan ban utama pesawat sebelah kanan pecah saat melalukan pendaratan.
“Saat menyentuh landasan dan melakukan landing roll ban utama sebelah kanan pecah,” ujarnya.
Setelah dua insiden dua pesawat TNI tersebut, Rabu, 26 Agustus 2026, pesawat Surveillance milik PT VAST Intra Avia mengalami kendala teknis saat akan melakukan Take Off di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Bandara Juanda.
Kejadian ini terjadi di Landasan Pacu Utara Utara Selatan atau Runway 21 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
PGS Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 Wita ketika pesawat bersiap melakukan lepas landas.
“Pesawat mengalami kendala teknis pada bagian ban. Saat akan take off, bannya terkunci,” kata Taufan saat ditemui awak media di area keberangkatan.
Ia menuturkan, pesawat tersebut tidak membawa penumpang. Di dalam pesawat hanya terdapat lima kru yang terdiri atas dua pilot, satu kopilot, dan dua teknisi.
Tak Ganggu Penerbangan Lain
Insiden tiga hari berturut-berturut di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tersebut tak menganggu operasional penerbangan lainnya.
PGS Branch Communication & CSR Department Head InJourney Airports, Taufan Yudhistira mengatakan Internasional Sultan Hasanuddin memiliki dua landasan pacu yang dapat digunakan secara bergantian.
“Ketika salah satu runway mengalami gangguan, operasional langsung dialihkan ke runway lainnya,” ujarnya.
Ia juga memastikan fasilitas runway dalam kondisi baik dan tidak ditemukan gangguan. Pemeriksaan runway dilakukan dua kali setiap hari oleh petugas bandara.
“Dari sisi fasilitas bandara semuanya aman. Runway kami serviceable, baik runway utara-selatan maupun timur-barat,” katanya.
Dari tiga insiden pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ini tak menimbulkan korban jiwa. (*)
Edr/Rep : Bhr
