Perjalanan tersebut menunjukkan kapasitas kepemimpinan dalam menghadapi fase pascakonflik. Kemerdekaan membutuhkan institusi yang kuat, demokrasi yang berjalan, serta kebijakan yang mampu menghadirkan harapan dan martabat bagi rakyat.
4. Mewariskan Nilai Perdamaian dan Kemanusiaan
Pertimbangan keempat berkaitan dengan nilai yang direpresentasikan Xanana. Keberanian, keteguhan, rekonsiliasi, perdamaian, demokrasi, dan kemanusiaan dinilai selaras dengan nilai yang dikembangkan Unhas.
“Unhas menghormati nilai yang diwakili seseorang. Dalam diri Xanana, kita menemukan keberanian yang berpadu dengan kerendahan hati, perjuangan yang berujung pada rekonsiliasi, serta kepemimpinan yang berpijak pada kemanusiaan,” jelas Prof. Hafid.
Keempat pertimbangan tersebut memperlihatkan bahwa gelar Doctor Honoris Causa diberikan melalui penilaian terhadap rekam jejak, kontribusi, kepemimpinan, dan nilai kemanusiaan yang melekat pada perjalanan Xanana.
Science Diplomacy
Bagi Unhas, penganugerahan ini memiliki arti strategis yang lebih luas. Gelar kehormatan tersebut membuka ruang penguatan hubungan akademik dengan Timor-Leste melalui pendidikan, penelitian, pertukaran pengetahuan, mobilitas mahasiswa, serta jejaring alumni.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menempatkan penganugerahan tersebut dalam konteks penguatan hubungan kedua bangsa melalui jalur akademik.
“Penganugerahan ini memiliki makna strategis bagi Unhas. Kita ingin memperkuat hubungan Indonesia dan Timor-Leste melalui pendidikan, penelitian, serta jejaring akademik. Ilmu pengetahuan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas bagi generasi kedua negara. Ini adalah model science diplomacy,” jelas Prof. JJ.
Unhas melihat ilmu pengetahuan dapat membuka jalur perjumpaan dalam bentuk baru. Mahasiswa, akademisi, peneliti, dan alumni dapat mengisi ruang hubungan tersebut melalui pendidikan, penelitian, serta pertukaran gagasan.
Penganugerahan Doctor Honoris Causa kepada Xanana memiliki dua makna. Gelar tersebut memberikan penghormatan akademik atas perjalanan seorang tokoh, sekaligus momentum yang sama memperkuat diplomasi akademik Unhas dengan Timor-Leste. (*)
Edr/Rep : Bhr
