Turikale, MAROSnews.com – Wakil Bupati (Wabup) Maros, Andi Muetazim Mansyur mengatakan, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Maros berada dalam jalur yang tepat atau on the track karena sudah mencapai sekitar 40 persen dari target yang ditetapkan.
“Ini baru bulan Mei, mudah-mudahan bisa mencapai 50 persen, karena target realisasi PAD semester pertama tahun 2026 adalah minimal 50 persen,” ujarnya
Sementara Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros. Muh. Ferdiansyah menjelaskan capaian PAD hingga Mei 2026 telah menyentuh angka Rp 140 miliar dari target sebesar Rp 347 miliar.
“Semoga bulan depan sudah mencapai 50 persen,” katanya usai mengikuti rapat evaluasi PAD di Ruang Rapat Marusu, Kantor Bupati Maros, Jumat, 19 Mei 2026.
Meski demikian, hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang perlu meningkatkan kinerjanya dalam mengumpulkan pendapatan daerah. Seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan.
Untuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, target PAD tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 650 juta. Namun hingga saat ini realisasinya baru mencapai Rp 167 juta atau sekitar 25,80 persen. Dengan demikian, OPD ini masih harus mengejar sekitar Rp 482 juta untuk memenuhi target.
Muetazim mengungkapkan, sektor pertanian masih memiliki potensi yang dapat dimaksimalkan untuk mendongkrak PAD. “Blower itu bisa menjadi sumber pendapatan. Tapi harus dibuatkan rumah penampungan agar debunya tidak keluar dan suara gensetnya tidak mengganggu masyarakat,” sebutnya.
Selain itu, kendala utama yang dihadapi sektor pertanian berasal dari pendapatan sewa Barang Milik Daerah (BMD). Hal ini dikarenakan banyaknya alat yang sudah tidak berperasi lagi.
Sementara itu, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan juga masih tertinggal dari target yang ditetapkan. Dari target PAD sebesar Rp 4,3 miliar, realisasi hingga Mei baru mencapai sekitar Rp 978 juta atau 22,50 persen. Artinya, dinas ini masih harus mengejar sekitar Rp 3,3 miliar hingga akhir tahun.
