Turikale, MAROSnews.com – Pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Maros berjalan lancar dan penuh khidmat. 72 anggota Paskibraka dengan formasi 81 berhasil menjalankan tugasnya dengan baik hingga sang saka merah putih berkibar dengan sempurna di langit Butta Salewangang.
Upacara HUT RI tingkat Kabupaten Maros digelar di Lapangan Pallantikang Kompleks Kantor Bupati Maros, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara dipimpin Bupati Maros Chaidir Syam. Teks proklamasi dibacakan Ketua DPRD Maros Muh Gemilang Pagessa.
Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur, Sekertaris Daerah Andi Davied Syamsuddin, para Kepala OPD lingkup Pemkab Maros, hingga unsur Forkopimda Maros hadir dalam upacara ini.
HUT Kemerdekaan RI tahun 2026 ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros untuk terus berbenah dalam menghadapi berbagai tantangan dan persoalan di tengah-tengah masyarakat.
Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan pengangguran, kemarau akibat fenomena El Nino, kemiskinan hingga percepatan pembangunan menjadi deretan persoalan yang menjadi perhatian Pemkab Maros.
Terkait masalah pengangguran di Kabupaten Maros, Chadir Syam mengungkapkan saat ini berada di kisaran 8.295 orang.
“Kami terus berupaya menekan angka pengangguran melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan dengan bekerja sama Balai Latihan Kerja (BLK). Untuk saat ini sudah ada 5.000 pemuda-pemudi Maros telah mendapatkan pelatihan dan dipersiapkan untuk masuk ke dunia kerja,” ujarnya.
Chaidir Syam menjelaskan peningkatan keterampilan sangat penting seiring masuknya sejumlah investasi ke Kabupaten Maros, dimana para investor membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan industri.
Selain membekali masyarakat dengan keterampilan kerja, Pemkab Maros juga mendorong anak muda menciptakan peluang usaha secara mandiri. Salah satunya melalui pelatihan di bidang usaha kafe.
Mengenai kemarau akibat fenomena El Nino, Chadir Syam menyebut hal ini menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
“Kalau tantangan musimnya, ya sekarang lagi El Nino, kemarau. Jadi mudah-mudahan kita bisa hadapi secara bersama,” katanya.
Sementara Untuk penanganan kemiskinan, mantan Ketua DPRD Maros itu menjelaskan harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai pihak.
Menurutnya, saat ini pemerintah terus menjalankan program bantuan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).
“Warga yang sudah mampu keluar dari kondisi miskin akan menjalani proses graduasi dari program tersebut,” sebutnya.
Sebelum proses graduasi dilakukan, pemerintah memberikan pelatihan dan dukungan modal agar penerima manfaat dapat mandiri secara ekonomi.
“Semua secara multistakeholder, seluruh terlibat. Baik program-program PKH, kemudian terjadi graduasi,” katanya.
Chaidir Syam menegaskan, momentum HUT RI juga menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk terus menjalankan pembangunan sekaligus mendukung program pemerintah pusat.
“Tantangan kita yang paling utama adalah bagaimana kita terus memberikan support dan dukungan untuk pencapaian program-program dari Bapak Presiden yang kita cintai, Bapak Prabowo Subianto, untuk program-program Asta Cita,” paparnya. (*)
Edr/Rep : Bhr
