“Untuk saat ini proses pemberkasan atau penyelesaian administrasi almarhum Valenth di Armenia menunggu kepastian hasil penyelidikan dari pihak kepolisian setempat,” tuturnya.

Sebagai informasi, Valenth merupakan warga Kampung Boko, Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Korban berangkat ke Armenia sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) dan bekerja sebagai konsultan IT di negara tersebut.

Terkait dengan kematian Valenth, Kemneterian Luar Negeri (Kemlu) sebagaimana dilansir dari detikcom, otoritas Armenia mengamankan enam Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai terduga pelaku. (*)

Edr/Rep : Bhr