“Dengan masuknya proyek investasi prioritas nasional ini, tentunya akan mampu menyerap tenaga kerja lokal, menurunkan jumlah pengangguran, serta mampu menerapkan pola kemitraan dengan skema inti-plasma yang berkontribusi pada peningkatan kapasitas lokal dan penyebaran teknologi yang ramah lingkungan,” kata Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam.

Perlu diketahui, penyusunan PPI sudah dimulai sejak 2020. Kementerian Investasi telah meluncurkan 47 proyek investasi berkelanjutan senilai Rp155,12 triliun. Terdapat 4 sektor proyek investasi berkelanjutan yang ditawarkan yaitu pariwisata, kawasan ekonomi, industri, dan infrastruktur yang tersebar di 33 provinsi.

Dari 47 proyek yang ditawarkan, sebanyak 14 proyek telah diminati oleh investor senilai Rp49,82 triliun dengan status NDA (Non-Disclosure Agreement).