Turikale, MAROSnews.com – Pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan Studi Lapangan (Stulap) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di Kabupaten Maros dengan menjadikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sebagai lokus studi.

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis, Manajerial dan Fungsional BKPSDM Provinsi Sulbar, Abd Kadir mengatakan, pemilihan Maros sebagai lokasi studi lapangan atas arahan Pembina Diklat, LAN Regional Makassar.

“Pemilihan Maros berdasarkan arahan dari LAN Regional Makassar. Lokusnya adalah BKPSDM Maros dan Bapenda Maros. Untuk dua lokus yang dipilih ini sesuai ararah Gubernur Sulbar,” ujarnya.

Abd Kadir menjelaskan bahwa dalam studi lapangan ini pegawai Pemprov Sulbar akan melakukan observasi dan menganalisis best practies (prakit terbaik) yang dilakukan oleh BKPSDM Maros dan Bapenda Maros.

“Jadi kita akan melihat apa sih praktik terbaik yang dilakukan oleh BKPSDM Maros dan Bapenda Maros. Semua (best pratctices) yang dilakukan nantinya akan coba kita padukan dengan yang ada di Sulbar. Karena di sisi lain mungkin Maros memiliki berbagai keunggulan akselerasi dan di sisi lain Sulbar juga punya keunggulan, nah inilah yang coba kita korelasikan,” jelasnya.

Abd Kadir berhadap semua pegawai Pemprov Sulbar yang ikut dalam studi lapangan ini bisa menghasilkan kinerja yang bagus dalam mengelola organisasi dan bawahannya.

“Jadi yang ikut dalam studi lapangan ini ada 40 orang, semuanya pejabat eselon 3. Ada Sekertaris Badan, Sekertaris Dinas, Kepala Bidang dan dari UPTD (Kepala UPTD),” sebutnya.

Berkunjung ke Maros, para peserta studi lapangan dari Provinsi Sulbar diterima secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, Fadli, di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Senin pagi, 31 Agustus 2026. Turut hadir dalam penerimaan ini, Kepala Bapenda Maros, Muh Ferdiansyah, dan pejabat yang mewakili Kepala BKPSDM Maros.

Fadli dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sulbar yang telah mempercayai Kabupaten Maros sebagai lokasi studi lapangan.

Pelaksanaan studi lapangan ini sendiri dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 31 Agustus sampai 2 September 2026. (*)

Edr/Rep : Bhr