PGS Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 Wita ketika pesawat bersiap melakukan lepas landas.
“Pesawat mengalami kendala teknis pada bagian ban. Saat akan take off, bannya terkunci,” kata Taufan saat ditemui awak media di area keberangkatan.
Ia menuturkan, pesawat tersebut tidak membawa penumpang. Di dalam pesawat hanya terdapat lima kru yang terdiri atas dua pilot, satu kopilot, dan dua teknisi.
Tak Ganggu Penerbangan Lain
Insiden tiga hari berturut-berturut di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tersebut tak menganggu operasional penerbangan lainnya.
PGS Branch Communication & CSR Department Head InJourney Airports, Taufan Yudhistira mengatakan Internasional Sultan Hasanuddin memiliki dua landasan pacu yang dapat digunakan secara bergantian.
“Ketika salah satu runway mengalami gangguan, operasional langsung dialihkan ke runway lainnya,” ujarnya.
Ia juga memastikan fasilitas runway dalam kondisi baik dan tidak ditemukan gangguan. Pemeriksaan runway dilakukan dua kali setiap hari oleh petugas bandara.
“Dari sisi fasilitas bandara semuanya aman. Runway kami serviceable, baik runway utara-selatan maupun timur-barat,” katanya.
Dari tiga insiden pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ini tak menimbulkan korban jiwa. (*)
Edr/Rep : Bhr
