Dibandingkan metode konvensional, PM-AAS menawarkan efisiensi waktu dan tenaga kerja melalui penggunaan rice transplanter dan drone untuk penaburan benih.

Hal ini tidak hanya mempercepat masa tanam, tetapi juga meningkatkan kualitas gabah karena pertumbuhan tanaman yang lebih seragam dan lebih produktif.

Sebagai informasi, kabupaten lainnya di Sulsel yang menjadi lokasi uji coba program ini yakni Kabupaten Sidrap, Soppeng dan Bone. (*)

Edr/Rep : Bhr