Gorontalo, MAROSnews.com – Kabupaten Maros ikut ambil bagian dalam pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka ini dihadiri ribuan peserta.
Wapres Gibran dalam sambutannya mengatakan bahwa kemandirian pangan menjadi salah satu program prioritas pemerintah yang harus terus diperkuat di tengah berbagai tantangan global. Menurut anak Presiden ke-7 RI ini, kondisi geopolitik dunia, perang dagang, dan dinamika ekonomi internasional menuntut Indonesia untuk semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.
“Kemandirian pangan adalah salah satu program prioritas Bapak Presiden. Di tengah konflik geopolitik, perang dagang, dan perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung pada negara lain,” ujar Gibran.
Gibran juga menjelaskan, saat ini pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian dan perikanan, mulai dari pengendalian alih fungsi lahan pertanian, kemudahan akses benih unggul dan permodalan bagi petani, kepastian pasar hasil produksi, stabilitas harga, penguatan sistem pergudangan, hingga penyaluran pupuk subsidi yang lebih efisien dan tepat waktu.
Di kesempatan yang sama, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, dalam sambutannya saat pembukaan di GOR David-Tony, Kabupaten Gorontalo, Sabtu 20 Juni 2026, menyampaikan bahwa jumlah peserta yang terdaftar kurang lebih 13 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Peserta terbanyak pada Penas Petani dan Nelayan XVII ini adalah Sulawesi Utara dengan jumlah 1.574 peserta, disusul Sulawesi Tengah 901 peserta dan Kalimantan Timur 667 peserta,” kata Gusnar, sebagaimana dilansir di berita.gorontaloprov.go.id.
Bupati Maros Chaidir Syam saat menanggapi keikutsertaan Maros dalam kegiatan ini mengatakan bahwa hal ini memberikan manfaaat yang jauh lebih luas dibanding sekedar mengikuti agenda pertanian nasional.
“Ini menjadi sarana bagi petani dan nelayan kami untuk belajar, bertukar pengalaman, serta memperoleh informasi teknologi terbaru. Selain itu kami juga mendapatkan peluang yang sangat berharga berupa penjajakan investasi di Kabupaten Maros,”ujarnya.
Chaidir Syam menyebut adanya peluang investasi dari PT Gorontalo Pangan Lestari menjadi kabar baik bagi masyarakat karena dapat memperkuat sektor pertanian sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
“Ini merupakan hal yang sangat positif bagi Kabupaten Maros. Kehadiran investasi dari Gorontalo dalam sektor pengadaan jagung tentu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka peluang yang lebih luas bagi petani kami,”bebernya.
Mantan Ketua DPRD Maros tersebut menilai Gorontalo layak menjadi referensi dalam pengembangan komoditas jagung. Selama ini kata Chaidir, terkenal sebagai salah satu daerah dengan keberhasilan pengelolaan jagung yang terintegrasi, mulai dari budidaya hingga pemasaran.
“Gorontalo sudah membuktikan bahwa mereka merupakan salah satu provinsi terbaik dalam pengembangan jagung di Indonesia, mulai dari proses penanaman, pengelolaan hasil panen hingga distribusinya. Tentu kami berharap melalui kerja sama ini, petani-petani jagung di Maros dapat memperoleh manfaat dari pengalaman dan sistem yang telah berhasil diterapkan di Gorontalo,” ungkapnya.
Ia berharap investasi yang sedang dijajaki tidak hanya meningkatkan produksi jagung, tetapi juga menciptakan kepastian pasar bagi petani sehingga hasil panen dapat terserap dengan baik.
“Harapan kami, investasi ini dapat membantu petani jagung di Kabupaten Maros dalam mengembangkan budidaya jagung, sekaligus memberikan kepastian terhadap penampungan dan penyaluran hasil panen. Jika rantai produksi dan pemasaran berjalan baik, tentu dampak positifnya akan dirasakan langsung oleh para petani,” katanya.
Sementara itu, Jasin Mohammad Mewakili Direksi PT Gorontalo Pangan Lestari, menilai Kabupaten Maros memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu sentra jagung di kawasan timur Indonesia.
“Maros memiliki potensi pertanian yang sangat baik, terutama pada komoditas jagung. Karena itu, kami melihat adanya peluang besar untuk membangun kerja sama investasi yang saling menguntungkan. Rencana investasi ini tidak hanya berfokus pada pengadaan pembelian jagung pipilan kering, tetapi juga pengembangan ekosistem bisnis yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani dan masyarakat,” ujar Jasin.
Menurutnya, investasi yang disiapkan perusahaan akan diarahkan untuk memperkuat rantai distribusi hasil pertanian sekaligus menciptakan pasar yang lebih pasti bagi petani jagung di Maros.
Dengan kapasitas pengelolaan mencapai 12.000 ton, pihaknya optimistis program tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan investasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Jika kerja sama ini dapat terealisasi, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga oleh petani, pelaku usaha lokal, dan pemerintah daerah melalui peningkatan aktivitas ekonomi,” kata Jasin selaku Direktur PT Serealia Agro Lestari.
Edr/Rep : Bhr
