Turikale, MAROSnews.com – Kemarau panjang akibat El Nino menyebabkan delapan kecamatan di Kabupaten Maros terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih, dengan rincian empat kecamatan zona merah dan empat zona kuning.

Empat kecamatan zona merah, yakni Maros Baru, Lau, Bontoa, dan Marusu. Wilayah ini menjadi daerah terparah yang mengalami kekeringan.

Sementara untuk kecamatan yang masuk zona kuning di antaranya Turikale, Tanralili, Moncongloe, dan Mandai.

Untuk membantu warga yang terdampak krisis air bersih, khususnya di daerah zona merah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengerahkan 16 armada mobil tangki untuk melakukan penyaluran air bersih.

“Untuk tahap awal penyaluran air bersih di daerah terdampak kekeringan menyasar 6.748 kepala keluarga (kk). Total 16 mobil tangki dikerahkan dan akan melakukan penyaluran empat kali setiap hari secara berturut,” kata Bupati Maros Chaidir Syam, usai melepas secara resmi penyaluran air bersih di Lapangan Pallantikang, Selasa 12 Agustus 2026.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maros, Andi Davied Syamsuddin menjelaskan jadwal  pendistribusian air bersih berlangsung hingga Oktober mendatang.

“Untuk operasional awal pendistribusian air bersih ini, dikucurkan anggaran awal Rp 600 juta dengan mekanisme penyaluran empat kali sehari untuk setiap tangki,” ujarnya. (*)

Edr/Rep : Bhr