Lebih lanjut, Chaidir Syam mengatakan dari data yang dirilis BPS Maros, tidak banyak kabupaten/kota di Sulsel yang mencatatkan pertumbuhan produksi beras pada 2026. Selain Maros, peningkatan juga terjadi di Takalar, Luwu, dan Luwu Utara.

Maros bahkan mencatatkan kenaikan produksi yang cukup signifikan, yakni sebesar 6.040 ton dalam kurun waktu satu tahun.

“Kita tentu harus terus memperkuat sektor pertanian melalui dukungan kepada petani, peningkatan produktivitas lahan, serta upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah,” pungkasnya. (*)

Edr/Rep : Bhr/Af